Senin, 02 Maret 2015

Makna " Sampaikan Walaupun Satu Ayat "

Saudaraku, ingatlah amanat Nabi "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat".
Tahukah kalian, apakah amanat itu?
Amanat itu adalah rahmat dan kasih sayang, sebab beliau diutus sebagai rahmat untuk semesta.
Maka berusahalah menebarkan rahmat di dirimu, walaupun kau baru memilikinya sepenggal ayat.
Jika kau berlaku kasar terhadap siapa pun di bumi, maka kau melalaikan amanat itu.
Amanat itu adalah budi pekerti, sebab beliau diutus untuk menyempurnakan budi pekerti manusia.
Aisyah ra berkata, "Budi pekerti Nabi adalah alQuran" Maka berusahalah, menjadikan dirimu berbudi pekerti, walau kau baru mampu sepenggal ayat darinya.
Jika kau berbudi buruk kepada siapa pun di muka bumi ini, maka kau melalaikan amanat Nabi Saw, walau kau shalat seribu rakaat, dan berpuasa sepanjang tahun, atau mengkhatamkan alQuran setiap hari.
Nabi Saw mengislamkan orang kafir, namun mengapa banyak umatnya di zaman ini, mengkafirkan orang yang sudah Islam?
Nabi Saw, mendekatkan hamba yang jauh, lalu mengapa di zaman ini banyak mereka yang mengaku menjalankan sunnah Nabi, justru menjauhkan orang yang dekat?
Nabi Saw, memudahkan manusia jalan menuju surga. Dia bersabda, "Permudahlah, jangan kalian persulit. Berilah kabar gembira, janganlah kalian ucapkan hal-hal yang menjauhkan."
Namun mengapa sekelompok muslim, Justru mempersulit, dan menjauhkan manusia dari surga?
Saudaraku, janganlah kalian melalaikan amanat ini. Sebab kelak beliau Saw akan menjadi saksi bagi kalian. Entah saksi bagi kebaikan, atau saksi atas keburukan.
@husinnabil

Keindahan Rasulullah SAW


======Keindahan Rasulullah SAW======

Seorang lelaki bertanya kepada Albarra’ bin Azib ra : “Apakah wajah Rasul saw seperti pedang ?” (bukankah beliau banyak berperang, apakah wajahnya bengis bak penguasa kejam?), maka menjawablah Albarra’ bin Azib ra : “Tidak.. tapi bahkan wajah beliau bagai Bulan Purnama..”, (kiasan tentang betapa lembutnya wajah beliau yang dipenuhi kasih sayang) (Shahih Bukhari hadits no.3359, hadits serupa Shahih Ibn Hibban hadits no.6287).

Diriwayatkan oleh Jabir bin samurah ra : “wajah beliau saw bagaikan Matahari dan Bulan” (Shahih Muslim hadits no.2344, hadits serupa pada Shahih Ibn Hibban hadits no.6297), demikian pula riwayat Sayyidina Ali.kw, yang mengatakan : “seakan akan Matahari dan Bulan beredar di wajah beliau saw”. (Syamail Imam Tirmidzi), demikian pula diriwayatkan oleh Umar bin khattab ra bahwa “Rasul saw adalah manusia yang bibirnya paling indah”.

Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addeba’I mengumpulkan ciri ciri sang Nabi saw : “Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim (kiasan bahwa bibir beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah), Kedua alisnya bagaikan huruf Nuun, (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung antara kiri dan kanannya)”.

Dari Abi Jahiifah ra : “Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik” (Shahih Bukhari hadits no.3360).

Berkata Anas ra : “Tak kutemukan sutra atau kain apapun yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah saw, dan tak kutemukan wewangian yang lebih wangi dari keringat dan tubuh Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.3368). “Kami tak melihat suatu pemandangan yg lebih menakjubkan bagi kami selain Wajah Nabi saw”. (Shahih Bukhari hadits no.649 dan Muslim hadits no.419) “Ketika perang Uhud wajah Rasul saw terluka dan mengalirkan darah segar, maka putrinya yaitu Sayyidah Fathimah ra mengusap darah tersebut dan Sayyidina Ali kw memegangi beliau saw, namun ketika terlihat darah itu terus mengalir, maka diambillah tikar dan dibakar, maka debunya ditaburkan diluka itu, maka darahpun terhenti”. (Shahih Bukhari hadits no.2753)
.
Dari anas bin malik ra : “Dan saat itu dirumah hanya aku, ibuku dan bibiku, lalu selepas shalat beliau berdoa untuk kami dengan kebaikan Dunia dan Akhirat, lalu Ibuku berkata : “doakan pelayanmu ini wahai Rasulullah..” (maksudnya Anas ra), maka Rasul saw mendoakanku dan akhir doanya adalah : “Wahai Allah Perbanyak Hartanya dan keturunannya dan berkahilah” (Shahih Muslim hadits no.660).

“Dan beliau saw itu adalah manusia yg terindah wajahnya, dan terindah akhlaknya” (Shahih Bukhari hadits no.3356) . “Dan beliau saw itu adalah manusia yg termulia dan manusia yg paling dermawan, dan manusia yang paling berani” saw (Shahih Bukhari hadits no.5686).

Dari Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah.., bila kami memandang wajahmu maka terangkatlah hati kami dalam puncak kekhusyu’an, bila kami berpisah maka kami teringat keduniawan, dan mencium istri kami dan bercanda dengan anak anak kami” (Musnad Ahmad Juz 2 hal.304, hadits no.8030 dan Tafsir Ibn katsir Juz 1 hal.407 dan Juz 4 hal.50).

siang dan malam seluruh Ummat ini ruku dan sujud, bermilyar wajah menyungkur sujud kehadirat Nya hingga akhir zaman, mereka mensucikan Nama Nya yang Maha Tunggal, merekalah yang selalu dalam naungan Rahmat dan keridhoan Nya, Sebagaimana sabda beliau saw : “Dijadikan kesenanganku adalah shalat”. Shalat merupakan Ibadah yang paling dicintai oleh beliau saw, dan “Shalat adalah Cahaya”, demikian sabda beliau saw pula mengenalkan Indahnya shalat, suatu ibadah yang diawali dengan Takbiratul Ihram yang membuka gerbang penghadapan dengan Rabbul ‘alamin, lalu lantunan kalimat-kalimat surat Alfatihah yang bila dibaca dengan khusyu maka setiap kalimat itu dijawab oleh Raja Alam Semesta, lalu lantunan kalimatullah itu menerangi seluruh alam sanubarinya, meruntuhkan dosa-dosanya, lalu ia ruku’, bertasbih kepada Nya, bertakbir, bertahmid, lalu bersujud dibawah Naungan Kelembutan dan Kasih Sayang Nya, alangkah indahnya ibadah yang satu ini, suatu ibadah yang terangkai dari hampir seluruh bentuk Ibadah, Wudhu, Niat Mulia, Doa, Alqur’an, Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar, Ruku’, Sujud, khusyu, Tuma’ninah….., itulah shalat.., Ibadah yang paling sempurna.

Demikianlah ummat ini melakukannya siang dan malam untuk sumpah baktinya kepada Allah Pencipta Alam Semesta, Namun dalam Ibadah yang Multi Sempurna ini…, tak luput…., tak luput…, tak luput…., tak seorangpun melakukan shalat terkecuali diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…

dan diwajibkan Nya bershalawat pada Muhammad saw…

“Salam Sejahtera atasmu wahai Nabi dan Rahmat Allah dan keberkahan Nya….”, kalimat ini merupakan kalimat yang diwajibkan Allah yang harus ada dalam Ibadah termulia ini.. Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?,

Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id bin Ma’la ra sedang shalat dan ia mendengar panggilan Rasul saw memanggilnya, maka Abu Sa’id meneruskan shalatnya lalu mendatangi Rasul saw dan berkata : Aku tadi sedang shalat Wahai Rasulullah.., maka Rasul saw bersabda : “Apa yang menghalangimu dari mendatangi panggilanku?, bukankah Allah telah berfirman “WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DATANGILAH PANGGILAN ALLAH DAN RASUL NYA BILA IA MEMANGGIL KALIAN”.(Al Anfal 24). (Shahih Bukhari hadits no.4204, 4370, 4426, 4720). Dan bahwa mendatangi panggilan Rasul saw ketika sedang shalat tak membatalkan shalat, dan mendatangi panggilan beliau lebih mesti didahulukan dari meneruskan shalat, karena panggilan beliau adalah Panggilan Allah swt, perintah beliau saw adalah perintah Allah swt, dan ucapan beliau saw adalah wahyu Allah swt…

Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?, Diriwayatkan pula disaat perang Hunain selesai, Rasul saw memberi pada Sofwan 100 ekor unta, lalu 100 ekor lagi dan 100 ekor lagi, berkata Sofwan : “Sungguh Ia (Rasul saw) adalah orang yang paling kubenci, namun ia tak henti hentinya memberiku sampai ia menjadi orang yang paling kucintai” (Shahih Muslim hadits no.2313). Alangkah penyantunnya Nabi kita ini, bukanlah kecintaan Sofwan karena pmberian harta, namun kebenciannya luntur menghadapi manusia mulia yang memberinya dan saat ia tak berterimakasih justru ia ditambah lagi.. dan lagi…, tidak pernah kita temukan seorang dermawan dimuka Bumi yang setelah ia memberi dan yang diberi tak berterimakasih malah ia menambahnya lagi dan lagi, dan sesekali bukanlah barang yang murah, karena harga seekor Unta hampir menyamai 40 ekor kambing, dan beliau memberikannya 100 ekor onta, dan Sofwan tak berterimakasih dan tetap membencinya, beliau menambahnya lagi 100 ekor unta, lalu menambah lagi 100 ekor unta, lunturlah Sofwan.. ia lebur.. tak ada lagi yang lebih dicintainya selain Muhammad saw..

Jadilah beliau saw ini idola para sahabat, dan dalam riwayat lain, Salim bin Abdullah ra melakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika ditanya ia berkata bahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah saw shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar ra pun melakukannya. (Shahih Bukhari hadits no.469). Demikianlah keadaan para sahabat Rasul saw, bagi mereka tempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh Muhammad saw tetap mulia walau telah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu, demikian pengagungan mereka terhadap sang Nabi saw, Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, wahai Abu Muslim, kulihat engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka Abu Muslim ra berkata : Kulihat Rasul saw shalat ditempat ini” (Shahih Bukhari hadits no.480). Alangkah besar penghormatan para sahabat pada tempat tempat yg disentuh Tubuh Rasulullah saw, Bahkan gunung Uhud mencintai beliau saw dan dicintai oleh beliau saw sebagaimana sabdanya saw : “Gunung Uhud ini mencintai kita dan kita mencintainya” (Shahih Bukhari hadits no.3854).

Betapa Indahnya Alam semesta ini semua beridolakan Muhammaa saw, mencintai Muhammad saw, Memuliakan Muhammad saw, tak lain karena Allah telah mengumumkannya, sebagaimana Sabda beliau saw : “Bila Allah mencintai seorang Hamba maka Allah berkata kepada Jibril as : WAHAI JIBRIL, AKU MENCINTAI FULAN MAKA CINTAILAH IA”, maka berkatalah Jibril as menyeru kepada Alam Semesta : “Wahai Penduduk Langit, Sungguh Allah telah mencintai Fulan, maka cintailah ia, maka diberikanlah padanya Kasih sayang dimuka Bumi, maka ia dicintai dibelahan Bumi” (Shahih Bukhari hadits no.3037, 5693, 7047). Dan kita memahami bahwa Pengumuman itu terus berkumandang mengumumkan orang-orang yang dicintai Allah, dan tentunya pengumuman itu bergema terluhur dan terdahsyat saat mengumumkan Nama Muhammad saw….!, Maka Beliau saw dicintai Gunung, dicintai batang korma, hewan, manusia, jin, malaikat, dan orang-orang mukmin.. Beruntunglah Jiwa orang orang yg mencintai Muhammad saw.

“SUNGGUH ALLAH DAN PARA MALAIKAT MELIMPAH
KAN SHALAWAT ATAS NABI (saw) WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERSHALAWATLAH KALIAN KEPADANYA DAN BERSALAM LAH DENGAN SEMULIA MULIA SALAM” (QS Al Ahzab-56

Minggu, 15 Februari 2015

JAWABAN SHALAT ISTIKHARAH




HABIB AHMAD bin NOVEL bin SALIM bin JINDAN berkata:

Di dalam hadist disebutkan “ Tidak akan kecewa orang yang shalat istikharah” tau tidak Shalat istikharah? Shalat istikharah adalah Shalat 2 rakaat dengan niat shalat meminta petunjuk dari Allah


Rakaat pertama setelah baca Alfatihah membaca Q.S. Alkafirun, rakaat kedua setelah Fatihah membaca Q.S. Al-Ikhlas, setelah salam membaca do’’a Istikharah.

Kalian ingin perkara apa? Ingin melakukan perjalanan, melamar pekerjaan, melamar perempuan? kalian shalat Istikharah minta petunjuk kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Terus Jawaban dari Shalat istikharah tidak harus lewat mimpi. Orang taunya sekarang “ Bib saya sudah shalat istikharah tapi tidak mimpi-mimpi bib”

Sholat Istikharah tuh jawaban dari Allah tidak harus dengan mimpi. Kadang dengan mimpi kadang dengan hal yang lain. Contoh kalian shalat istikharah tidak mendapatkan petunjuk yah sholat lagi kedua kalinya hingga 7x.

Kadang kalian buka kitab ada tulisan yang seakan-akan mengisyaratkan untuk memerintahkan sesuatu dari sebuah pilihannya kalian atau kalian dengar nasehat dari ulama.

Inilah bagian daripada tangan-tanganNya Allah yang Allah sampaikan kepada kita petunjuk dari Allah tidak harus dengan mimpi.

Terus kalau sudah 7x Istikharah namun belum dapat juga, lihat dari kedua pilihan mana yang lebih mudah untuk ditempuh

Ketahuilah izin Allah adalah yang mudah di dalam perkara yang mudah untuk ditempuh. Yang paling mudah ditempuh tidak ada hambatan maka itulah petunjuk Allah di situ. Inilah Istikharah.

Terus juga kadang hati yang sreg, dilamar yah Shalat istikharah namun tidak ada mimpi tidak ada jawaban tapi yang tadinya hati gundah berubah jadi tenang jadi sreg ini juga bagian daripada petunjuk

Sebab yang gerakkan hati kalian adalah Allah Subhanahu Wata’ala. Nah ketika hati kalian tergerak menjadi sreg , enak, lapang setelah shalat istikharah maka ambil kabar gembira bahwa ini bagian dari pilihan Allah Subhanahu Wata’ala

Sabtu, 07 Februari 2015

Obat Terihindar Dari Prasangka Buruk

Suatu ketika ziarah Zanbal di pagi hari Jumat dengan beberapa sahabat dan guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz...

Ada salah satu murid bertanya kepada Guru Mulia Habib Umar.

Ya Habib apakah obat agar hati saya bersih dan Suudzon ?

Pertanyaan yang hebat dan butuh jawaban yg hebat pula meluas.

Habib Umar menatap wajah penanya dengan tersenyum sebagaimana adat beliau

Lalu menjawab dengan jawaban yang sangat singkat :
"Jangan engkau percaya"
(apa yang di ucapkan hatimu)

Subhanalloh kalimat yang sedikit itu apabila kita jabarkan akan menjadi hal yang panjang dan meluas.Itulah Taufiq Allah Ta'ala.

"Obat agar engkau tidak mudah berburuk sangka adalah memutar balik omongan hati".

Contoh jika ada orang yang berjalan di depanmu menuju mesjid dengan cara jalan yang sombong dan hatimu berkata : "Orang ini pasti Riya ingin dilihat orang dan sombong".

Maka kau jangan percaya omongan tersebut lalu kau jawab dengan kebalikanya :

"Tidak orang ini pasti ikhlas dan ingin menjadi hamba yang baik".

(Habib Umar bin Hafidz)

Allahumma Sholli 'alaa Sayydina Muhammadin wa alihi wa shohbihi wasallim

Jumat, 06 Februari 2015

Hukum dan Tujuan Shalat Jenazah


Hukum shalat ini adalah fardhu kifayah. Dimaksudkan untuk mendo'akan orang yang telah meninggal agar mendapatkan magfirah (ampunan) dari Allah Swt, kehidupan yang bahagia di alam kubur dan akhirat.
Pelaksanaannya dapat dilakukan sendirian ataupun berjamaah. Sebagai Imam atau munfarid (sendirian) dianjurkan menghadap kepala jenazah bila mayit laki-laki, dan menghadap pantat jenazah jika mayit perempuan.
Dan kadang Shalat jenazah dilakukan tanpa kehadiran mayat, yang biasa disebut Shalat Ghaib. Tata cara shalat ghaib akan dibahas kemudian.
Syarat Shalat Jenazah 
Syarat Shalat Jenazah sama halnya dengan shalat lainnya. Seperti harus menghadap kiblat, harus menutup aurat, suci dari hadats kecil dan besar, dan suci badan serta pakaian.
Tata Cara
Berikut ini tata cara melakukan sholat Jenazah: 

1. Berniat untuk shalat sunnah Jenazah (mayyit)
Lafaz:

ا ُصَلّيِ عَلٰي هٰذَ الْمَيِّتِ اَ رْ بَعَ تَكْبِيْرَا تٍ فَرْ ضَ الْكِفَا يَةِ مَأْ مُوْ مً لِلّٰهِ تَعَا لٰي.اَ للّٰهُ ا َكْبَرُ
Latin: 
Ushallii 'alaa hadzal mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’alaa. (untuk mayit laki-laki)
Ushallii 'alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.(untuk mayit perempuan)
Artinya:
"Aku niat shalat atas mayit ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah"

2.Takbir pertama, Takbiratul ihram dan membaca surah al-Fatihah, tidak membaca surah lain.

3. Takbir kedua, membaca shalawat, Lafaz:

اَللّٰهُمّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin:
Allahuma Shalli 'Alaa sayyidina Muhammad 

4.Takbir ketiga, membaca doa ini, Lafaz:

اَللّٰهُمّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Latin: Allahummaghfir (lahuu/lahaa) warhamhu wa'aafihii wa'fu'anhu
Artinya: Ya Allah ampunilah dia (mayit laki-laki/mayit perempuan), berikan rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia. 
Akan lebih sempurna dengan membaca do’a ini:
- Mayit Laki-laki/perempuan
اَللّٰهُمّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ  وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ  وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّار
Latin: 
Allahummaghfir lahu (lahaa) warhamhu (haa) wa’aafihii (haa) wa’fu ‘anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wawassa’madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa’I watstsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal-khathaayaa kamaa yu-naqqatats-tsaubul-abyadhu minad-danasi waabdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhul jannata wa a’iduhu min ‘adabil qabri wa ‘adzabin naar
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.”(HR. Muslim)
Keterangan: Jika mayit perempuan kata lahu menjadi lahaa. 
- Jika mayit anak-anak doanya adalah:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطً ا لِاَبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيْعًا وَ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا وَاَفْرِغِ الصَّبْرَعَلىٰ قُلُوْبِهِمَا وَلاَ تَفْتِنْهُمَا بَعْدَهُ وَلاَ تَحْرِ مْهُمَا اَجْرَهُ
Latin: 
Allahummaj’alhu faraa tan li abawaihi wa salafan wa dzukhraa wa’idhotaw  wa’tibaaraw wa syafii’an wa tsaqqil bihii mawaa ziinahuma wa-afri-ghish-shabra ‘alaa quluu bihimaa wa laa taf-tin-humaa ba’dahu wa laa tahrim humaa ajrahu
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafa’at bagi orangtuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu-bapaknya karenanya, serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya. Dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah  bundanya sepeninggalnya, dan janganlah Tuhan menghalangi pahala kepada dua orang tuanya.”


5. Takbir keempat, membaca do'a ini, Lafaz:

اَللّٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْناَ أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَناَ وَلَهُ
Latin: Allahumma laa tahrimna ajrahu wa laa taftinnaa ba'dahu waghfirlanaa wa lahu 
Artinya: Ya Allah jangan lah kiranya, pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya dan ampunilah kami dan dia. 

6. Salam, memalingkan muka ke kanan dan ke kiri. 

Shalat Ghaib
Tata cara shalat ghaib sama dengan shalat jenazah, hanya berbeda pada niatnya. Dengan disebutkan atas mayit ghaib.
1. Berniat untuk shalat Ghaib
Lafaz:
ا ُصَلّيِ عَلٰي هٰذَ الْمَيِّتِ (فُلَا نٍ) اَلْغَا ئِبِ اَ رْ بَعَ تَكْبِيْرَا تٍ فَرْ ضَ الْكِفَا يَةِ مَأْ مُوْ مً لِلّٰهِ تَعَا لٰي.اَ للّٰه ا َكْبَرُ
Latin: 
Ushalli 'alaa mayyit (fulan) al-ghaa'ibi arba'a takbiraatin fardhal-kifayaati lillaahi ta'alaa. Allahu Akbar
Artinya:
"Aku niat shalat atas mayit ini (fulan) ghaib empat takbir fardhu kifayah karena Allah

Google Santri